MUTASI KLOROFIL TAHAP M2 PADI BERAS MERAH LOKAL SUMATERA BARAT GENOTYPE BANUHAMPU

genotipe banuhampu, mutasi klorofil, padi beras merah

Authors

  • Deliana Andam Sari politeknik pertanian negeri payakumbuh

Keywords:

Padi beras merah, Mutasi klorofil, genotype banuhampu

Abstract

Padi beras merah yang dibudidayakan di masyarakat Sumatera Barat saat ini merupakan padi lokal. Padi lokal memiliki keunggulan tertentu karena telah dibudidayakan secara turun-temurun  sehingga telah beradaptasi dengan baik pada berbagai kondisi lahan dan iklim yang spesifik. Sebaliknya, padi lokal juga memiliki beberapa keterbatasan, antara lain berumur panjang, berpostur tinggi, tidak tahan hama dan penyakit, serta berproduksi rendah. Mutasi yaitu perubahan struktur genetik suatu makhluk hidup secara tiba- tiba dan acak yang diwariskan pada generasi berikutnya. Pemuliaan mutasi mempunyai karakter spesifik antara lain sangat efektif untuk merubah sedikit sifat dalam perbaikan varietas tanaman. Penelitian ini telah dilaksanakan  pada bulan Agustus hingga Desember 2017. Pada saat persemaian ini akan dilakukan pengamatan mutasi klorofil untuk melihat adanya indikasi  keragaman genetik akibat perlakuan iradiasi sinar gamma yang dilakukan terhadap benih. Setiap benih di persemaian diamati perubahan warna daunnya dan dikelompokkan kedalam kriteria Gustafsson. frekuensi mutan tertinggi adalah mutan dengan dosis 200 Gy, sedangkan untuk frekuensi mutasi yang tertinggi adalah tanaman yang diiradiasi dengan dosis 300 Gy. Tanaman yang diiradiasi dengan dosis 200 Gy  memiliki frekuensi mutasi sebesar 0,09% dan untuk dosis 300 Gy frekuensi mutan yang terjadi adalah0,02 %.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2021-04-11

Issue

Section

Articles